Lapas Kelas IIB Wonogiri Raih Penghargaan Nasional, Bukti Komitmen Hadirkan Pelayanan Publik Berkualitas

 



Lapas Kelas IIB Wonogiri Raih Penghargaan Nasional

WONOGIRI-

Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat kembali membuahkan hasil.

Lapas di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah tersebut berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atas capaian penilaian maladministrasi pelayanan publik tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang dinilai mampu menyelenggarakan pelayanan publik secara optimal, sesuai dengan standar pelayanan, serta meminimalkan praktik maladministrasi.

Capaian ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa Lapas Kelas IIB Wonogiri telah menjalankan berbagai inovasi dan perbaikan berkelanjutan dalam memberikan layanan kepada masyarakat, warga binaan, maupun keluarga warga binaan.

Penilaian maladministrasi pelayanan publik menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kualitas pelayanan instansi pemerintah. Berbagai aspek menjadi perhatian dalam penilaian, mulai dari kepatuhan terhadap standar pelayanan, transparansi informasi, kecepatan layanan, kemudahan akses, hingga mekanisme pengaduan masyarakat.

Keberhasilan tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Lapas Kelas IIB Wonogiri terus melakukan pembenahan di berbagai lini, baik melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi layanan, penyediaan sarana dan prasarana yang ramah bagi masyarakat, hingga penguatan budaya kerja yang berintegritas.

Kepala Lapas Kelas IIB Wonogiri, Siswarno, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran yang selama ini berkomitmen menghadirkan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami meyakini bahwa pelayanan publik yang baik adalah wajah utama sebuah institusi pemerintah. Karena itu, seluruh jajaran Lapas Wonogiri selalu berupaya memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan humanis," ujar Siswarno.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pemacu semangat agar kualitas pelayanan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, tantangan pelayanan publik semakin dinamis sehingga diperlukan inovasi yang berkesinambungan.

"Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Justru penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan kerja nyata. Kami akan terus melakukan evaluasi, memperbaiki setiap kekurangan, serta menghadirkan inovasi-inovasi pelayanan yang semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan di Lapas Wonogiri," katanya.

Siswarno juga memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Wonogiri atas dedikasi, kerja sama, dan integritas yang telah ditunjukkan selama ini. Penghargaan ini adalah milik seluruh keluarga besar Lapas Wonogiri. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan sekaligus masukan kepada kami untuk terus berbenah," tambahnya.

Menurut Siswarno, pihaknya akan terus memperkuat budaya pelayanan prima sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus didorong oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pelayanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi semata, tetapi juga memastikan setiap masyarakat memperoleh hak pelayanan secara adil, mudah diakses, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Penghargaan atas penilaian maladministrasi pelayanan publik tahun 2025 ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Lapas Kelas IIB Wonogiri, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi birokrasi dan budaya pelayanan yang selama ini dijalankan telah memberikan hasil nyata serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. (red)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :