Lapas Pemuda Madiun Gelar Doa dan
Istighosah Bersama
Madiun, – MATARAMANTODAY.com
Dalam rangka memperingati Hari Ulang
Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun
menggelar Doa dan Istighosah untuk Negeri, Rabu (12/8).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk
memanjatkan doa bersama demi keselamatan, kedamaian, persatuan, serta kemajuan
bangsa Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, para
Kepala UPT Pemasyarakatan se-Korwil Madiun, serta jajaran Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun. Turut hadir jajaran stakeholder ,
petugas serta seluruh warga binaan Lapas Pemuda Madiun yang mengikuti kegiatan
dengan penuh khidmat.
Rangkaian acara diawali dengan laporan
kegiatan yang disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun,
Rudi Kristiawan. Dalam laporannya, Rudi menyampaikan bahwa doa dan istighosah
digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan
para pahlawan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan bangsa dan negara.
“Melalui doa dan istighosah ini, kami
ingin mengajak seluruh jajaran dan warga binaan untuk bersama-sama memanjatkan
doa bagi negeri. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil
perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan
dengan kerja nyata, menjaga persatuan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi
bangsa dan negara,” ujar Rudi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan
sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur,
Kusnali. Dalam sambutannya, Kusnali mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut
sebagai bagian dari upaya memperkuat rasa syukur dan kepedulian jajaran
Pemasyarakatan terhadap kondisi bangsa.
“Doa bersama ini merupakan ikhtiar
kita sebagai insan Pemasyarakatan untuk memohon agar bangsa Indonesia
senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan. Semoga
semangat kemerdekaan dapat terus kita wujudkan melalui pengabdian dan pelayanan
terbaik kepada warga binaan dan masyarakat,” tutur Kusnali.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan
dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustaz Sugeng Bektiadi Kemeng. Dengan
suasana penuh khidmat, seluruh peserta, termasuk petugas dan warga binaan,
mengikuti lantunan dzikir dan doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT
agar Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, kedamaian, dan kemajuan.
Puncak kegiatan diisi dengan doa untuk
negeri yang dipimpin oleh Gus Mamang, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah
Kota Madiun. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan
masyarakat, serta agar Indonesia senantiasa menjadi negara yang aman, damai,
dan diberkahi.
Keikutsertaan seluruh warga binaan
dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus
memberikan ruang bagi mereka untuk turut memaknai kemerdekaan. Melalui doa
bersama, warga binaan diajak menumbuhkan rasa syukur, kepedulian terhadap
bangsa, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui kegiatan Doa dan Istighosah
untuk Negeri ini, Lapas Pemuda Madiun berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan
RI tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui
penguatan spiritual, rasa syukur, persatuan, dan komitmen untuk terus
memberikan pengabdian terbaik bagi Indonesia. (red).

Posting Komentar