Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Jadi
Petugas Upacara
Madiun, – MATARAMANTODAY.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga
Binaan. Salah satunya melalui pelaksanaan upacara Hari Kesadaran Nasional yang
diperingati setiap tanggal 17 setiap bulannya. Kegiatan tersebut digelar di
lapangan olahraga Lapas Pemuda Madiun, Kamis (17/9).
Uniknya, dalam setiap pelaksanaan
upacara Hari Kesadaran Nasional, Warga Binaan turut diberikan kesempatan untuk
terlibat langsung sebagai petugas upacara. Mulai dari pengibar bendera,
pemimpin upacara, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, hingga petugas lainnya.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, mengatakan keterlibatan Warga Binaan sebagai petugas upacara
merupakan bagian dari proses pembinaan yang diberikan secara berkelanjutan.
“Kesempatan menjadi petugas upacara
ini bukan sekadar untuk menjalankan tugas seremonial. Kami ingin menumbuhkan
rasa tanggung jawab, disiplin, percaya diri, serta kesadaran Warga Binaan untuk
dapat berperan positif di tengah masyarakat nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan
Narapidana/Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat, yang bertindak sebagai
pembina upacara menyampaikan bahwa Hari Kesadaran Nasional menjadi momentum
bagi Warga Binaan untuk melakukan koreksi diri.
“Bagi Warga Binaan, Hari Kesadaran
Nasional dapat menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan,
memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih
baik. Pembinaan tidak hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga
mempersiapkan diri agar mampu kembali dan diterima di masyarakat,” ungkap
Bambang.
Ia menambahkan, keterlibatan Warga
Binaan dalam kegiatan upacara juga merupakan salah satu bentuk pembinaan
kepribadian. Selain melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, kegiatan tersebut
memberikan pengalaman kepada Warga Binaan untuk bekerja sama dan menjalankan
tugas sesuai peran yang diberikan.
“Petugas upacara juga dilakukan secara
bergiliran tiap blok, tidak hanya Blok D. Dengan begitu, kesempatan mengikuti
kegiatan dan mendapatkan pengalaman pembinaan dapat dirasakan oleh Warga Binaan
dari blok lainnya,” tambah Bambang.
Salah satu Warga Binaan berinisial B
yang bertugas sebagai pemimpin upacara mengaku tidak merasa tegang saat
menjalankan tugasnya. Pengalaman mengikuti kegiatan Pramuka saat masih
bersekolah menjadi bekal tersendiri baginya.
“Alhamdulillah tidak tegang, karena
waktu sekolah saya pernah ikut Pramuka dan sudah beberapa kali mengikuti
kegiatan seperti ini. Jadi saat dipercaya menjadi pemimpin upacara, saya
tinggal mengingat kembali pengalaman yang pernah saya dapatkan dan menjalankan
tugas dengan penuh tanggung jawab,” tutur B.
Menurutnya, kesempatan menjadi petugas
upacara juga memberikan pengalaman positif selama menjalani pembinaan di Lapas.
“Saya senang bisa diberikan
kepercayaan menjadi pemimpin upacara. Dari kegiatan ini saya belajar untuk
lebih disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri. Semoga pengalaman ini bisa
menjadi bekal bagi saya ke depannya,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Hari Kesadaran
Nasional secara rutin, Lapas Pemuda Madiun berharap nilai-nilai kedisiplinan,
tanggung jawab, kebersamaan, dan kesadaran untuk berubah dapat terus tumbuh
dalam diri Warga Binaan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya
mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang
lebih baik. (RED).

Posting Komentar