Wonogiri – MATARAMANTODAY.com
Komitmen menjaga lingkungan
pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif terus diperkuat oleh Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Wonogiri melalui pelaksanaan razia gabungan bersama
Aparat Penegak Hukum (APH) serta pemeriksaan tes urine terhadap Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP), Selasa (22/9) malam.
Kegiatan yang melibatkan Polres
Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, dan BNN Surakarta tersebut menjadi bentuk nyata
kolaborasi antarinstansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan Halinar
(Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wonogiri, Prawira
Hadiwidjojo, memimpin langsung apel persiapan sebelum kegiatan dimulai. Dalam
arahannya, ia menyampaikan bahwa penguatan pengawasan merupakan bagian penting
dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan
berintegritas.
Pelaksanaan razia tersebut juga
merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada
seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk melaksanakan kegiatan
penggeledahan bersama APH pada periode 15–25 September 2026.
“Penguatan sinergi dengan APH menjadi
langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lapas. Melalui kegiatan
ini, kami ingin memastikan bahwa lingkungan pemasyarakatan tetap berada dalam
kondisi aman serta mendukung proses pembinaan Warga Binaan secara optimal,”
ujar Prawira.
Usai apel, petugas gabungan
melaksanakan pemeriksaan terhadap sejumlah blok hunian Warga Binaan.
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh pada Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok
D dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan humanis.
Selain melakukan pemeriksaan kamar
hunian, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memberikan
penguatan kepada Warga Binaan mengenai pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap
tata tertib, serta peran aktif dalam menciptakan suasana Lapas yang aman dan
nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas
Wonogiri juga memberikan arahan langsung kepada Warga Binaan yang berkumpul di
lapangan olahraga. Ia mengajak seluruh Warga Binaan untuk bersama-sama menjaga
lingkungan Lapas agar tetap kondusif.
“Keamanan Lapas bukan hanya menjadi
tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh Warga Binaan.
Dengan menjaga aturan dan ketertiban bersama, proses pembinaan dapat berjalan
dengan lebih baik,” ungkap Prawira.
Hasil Razia: Tidak Ditemukan Handphone
dan Narkoba
Berdasarkan hasil penggeledahan yang
dilakukan oleh petugas gabungan, tidak ditemukan adanya handphone maupun
narkoba di dalam blok hunian Warga Binaan.
Namun, petugas masih menemukan
sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian. Barang-barang
tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pencatatan, pemeriksaan, dan tindak
lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Barang yang diamankan antara lain dua
buah senjata tajam rakitan, enam buah alat pencukur kumis, dua buah sendok
stainless, satu buah gunting, tiga buah gelang, satu buah korek gas, enam buah
bolpoin, dua buah seng, dua buah stop kontak, satu buah kartu remi, tiga buah
botol parfum kaca, tiga botol kosong parfum, satu buah staples, tiga buah
amplas, serta satu buah gulungan tali.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi
bagi jajaran Lapas Wonogiri untuk terus meningkatkan pengawasan serta
memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan
ketertiban.
Tes Urine Bersama BNN Surakarta
Tunjukkan Hasil Negatif
Tidak hanya melakukan penggeledahan,
kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan urine secara acak terhadap 15
orang Warga Binaan Pemasyarakatan.
Pemeriksaan yang dilaksanakan bersama BNN
Surakarta tersebut menunjukkan seluruh sampel urine dinyatakan negatif narkoba.
Kepala Lapas Wonogiri, Prawira
Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa hasil tersebut menjadi bagian dari upaya
berkelanjutan dalam memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari
penyalahgunaan narkoba.
“Kami bersyukur hasil pemeriksaan
menunjukkan seluruh sampel urine negatif dan tidak ditemukan handphone maupun
narkoba dalam razia kali ini. Capaian ini menjadi penguat bagi kami untuk terus
menjalankan komitmen Zero Halinar,” tutur Prawira.
Perwakilan Kodim 0728/Wonogiri turut
menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya,
kerja sama antara Lapas dan APH merupakan bentuk kepedulian bersama dalam
menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan.
“Sinergi seperti ini sangat penting
untuk menjaga stabilitas keamanan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik
dan Warga Binaan juga menunjukkan sikap kooperatif selama proses pemeriksaan,”
ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan,
jajaran Lapas Wonogiri bersama APH melaksanakan makan malam bersama. Kegiatan
tersebut menjadi sarana mempererat komunikasi, membangun kebersamaan, dan
memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten
Wonogiri.
Melalui kegiatan razia gabungan dan
tes urine ini, Lapas Wonogiri menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan
fungsi pengamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkualitas bagi
Warga Binaan.
Dengan memperkuat sinergi bersama APH,
Lapas Wonogiri berkomitmen menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang aman,
tertib, berintegritas, dan bebas dari Halinar. (RED)

Posting Komentar