Pemanfaatan Air Hasil Olahan untuk
Ketahanan Pangan di Lapas Pemuda Madiun
Madiun, – MATARAMANTODAY.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun bersama Rumah Sakit Paru Manguharjo terus membangun sinergi
dalam pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan di area yang bersebelahan. Salah
satu pembahasan yang dilakukan berkaitan dengan rencana pemanfaatan area lahan
di sekitar Lapas sebagai lokasi aliran air hasil pengolahan limbah Rumah Sakit
Paru Manguharjo, Selasa (6/10).
Air yang dimaksud merupakan air limbah
yang telah melalui proses pengolahan terlebih dahulu sehingga nantinya dapat
dimanfaatkan untuk kebutuhan yang sesuai. Karena lokasi RS Paru Manguharjo
bersebelahan dengan Lapas Pemuda Madiun, air hasil olahan tersebut berpotensi
dimanfaatkan oleh Lapas, khususnya untuk mendukung pengelolaan lahan ketahanan
pangan yang berada di area halaman depan Lapas.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Lapas
Pemuda Madiun bersama pihak RS Paru Manguharjo melakukan pengecekan langsung
terhadap area lahan yang akan digunakan. Peninjauan dilakukan untuk melihat
kondisi lokasi sekaligus membahas teknis pengelolaan dan pemanfaatan air hasil
olahan agar dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala
Subbagian Tata Usaha Lapas Pemuda Madiun, Suntoro, Kepala Seksi Kegiatan Kerja,
Dwi Saputra, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja,
Sumarji, bersama jajaran. Dari pihak RS Paru Manguharjo hadir Kasi Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM), Priadi, serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Saiful
Anam.
Kepala Lapas Pemuda Madiun melalui
Kepala Subbagian Tata Usaha, Suntoro, menyampaikan bahwa sinergi tersebut
menjadi peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekitar sekaligus
mendukung program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas.
“Karena lokasi Lapas Pemuda Madiun dan
RS Paru Manguharjo bersebelahan, tentu ada potensi yang bisa kita sinergikan.
Kami mendukung rencana ini selama seluruh proses pengolahan dan pemanfaatan air
telah sesuai ketentuan. Jika nantinya air hasil olahan tersebut dapat
dimanfaatkan untuk mendukung pengairan lahan ketahanan pangan di depan Lapas,
tentu akan memberikan manfaat yang positif,” ujar Suntoro.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas
Pemuda Madiun, Dwi Saputra, menambahkan bahwa ketersediaan sumber air menjadi
salah satu faktor pendukung dalam pengelolaan lahan ketahanan pangan. Karena
itu, pemanfaatan air hasil olahan tersebut dapat menjadi alternatif untuk
mendukung keberlanjutan pengelolaan lahan.
“Lahan ketahanan pangan di halaman
depan Lapas membutuhkan pengelolaan dan pengairan yang berkelanjutan. Apabila
air hasil pengolahan dari RS Paru Manguharjo dapat dimanfaatkan sesuai
peruntukannya dan memenuhi ketentuan yang berlaku, tentunya ini bisa menjadi
salah satu solusi untuk mendukung produktivitas lahan,” jelas Dwi.
Sementara itu, Saiful Anam selaku
Kasubbag Umum dan Kepegawaian RS Paru Manguharjo menjelaskan bahwa pihaknya
saat ini tengah menjajaki lokasi yang memungkinkan untuk menjadi area aliran
atau pembuangan air hasil pengolahan limbah rumah sakit. Peninjauan bersama
Lapas dilakukan untuk memastikan lokasi yang dipilih memungkinkan secara teknis
dan dapat memberikan manfaat bersama.
“Kami sedang mencari area yang
memungkinkan untuk menjadi lokasi pembuangan atau aliran air hasil pengolahan
limbah rumah sakit. Air tersebut sebelumnya sudah melalui proses pengolahan.
Karena lokasi Lapas bersebelahan, kami melihat ada potensi untuk bersinergi
sehingga air hasil olahan tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan yang sesuai, termasuk mendukung lahan ketahanan pangan di Lapas,”
ungkap Saiful.
Priadi selaku Kasi Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) RS Paru Manguharjo menambahkan bahwa pengecekan bersama
menjadi langkah awal untuk melihat kondisi lahan dan memastikan rencana
tersebut dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan ketentuan
pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin memastikan terlebih dahulu
kondisi area dan kemungkinan teknisnya. Prinsipnya, air yang akan dialirkan
merupakan air yang telah melalui proses pengolahan. Kami berharap melalui
sinergi ini dapat ditemukan solusi yang baik, sehingga pengelolaan air hasil
olahan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat bagi
lingkungan sekitar,” tutur Priadi.
Melalui sinergi tersebut, Lapas Pemuda
Madiun dan RS Paru Manguharjo berupaya mencari solusi bersama dalam pengelolaan
air hasil olahan sekaligus mengoptimalkan potensi lingkungan di sekitar kedua
institusi. Jika dapat direalisasikan sesuai ketentuan, pemanfaatan air hasil
olahan tersebut diharapkan turut mendukung pengelolaan dan produktivitas lahan
ketahanan pangan di halaman depan Lapas Pemuda Madiun.

Posting Komentar