Lapas Pemuda Madiun Rutin Gelar Apel
Pagi Warga Binaan Seksi Kegiatan Kerja
MADIUN, – MATARAMANTODAY.com
Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan
dan tanggung jawab warga binaan, Seksi Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun rutin melaksanakan apel pagi bagi warga binaan
yang mengikuti program pembinaan kemandirian, Senin (26/10).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB
tersebut bertempat di halaman depan Pos 1 dan diikuti seluruh warga binaan yang
terlibat dalam berbagai bidang kegiatan kerja, meliputi laundry, barbershop,
tata boga, perikanan, peternakan, pertanian, meubelair, hingga kerajinan rajut.
Apel pagi diawali dengan pengecekan
kehadiran atau absensi warga binaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan
Catur Dharma Narapidana sebagai pengingat akan nilai-nilai kedisiplinan,
tanggung jawab, serta komitmen untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Selain sebagai sarana pengecekan
kesiapan sebelum memulai aktivitas kerja, apel pagi juga menjadi media untuk
memberikan pengarahan dan menanamkan etos kerja yang baik. Seluruh warga binaan
diingatkan agar senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga sikap, bekerja secara
bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat
merugikan diri sendiri maupun menghambat proses pembinaan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada
warga binaan yang menjalani program asimilasi di luar Lapas. Mereka diingatkan
untuk senantiasa menjaga kepercayaan yang telah diberikan, menaati ketentuan
yang berlaku, serta tidak melakukan tindakan menyimpang selama menjalankan
program tersebut.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun,
Dr. Rudi Kristiawa menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi penting
dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
“Apel pagi bukan sekadar rutinitas,
tetapi menjadi sarana untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan komitmen
dalam bekerja. Saya minta seluruh warga binaan mengikuti kegiatan kerja dengan
sungguh-sungguh, mematuhi aturan, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran.
Terlebih bagi warga binaan yang menjalani asimilasi di luar Lapas, jaga
kepercayaan yang diberikan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan
diri sendiri maupun mencederai proses pembinaan,” tegas Rudi.
Ia juga menekankan bahwa program
pembinaan kemandirian harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bekal
keterampilan dan pengalaman kerja. Dengan demikian, warga binaan diharapkan
memiliki kemampuan produktif, mental yang lebih baik, serta kesiapan untuk
menjalani kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pelaksanaan apel pagi secara
rutin, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab
dalam setiap kegiatan kerja. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk
mewujudkan pembinaan yang terarah, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus
mempersiapkan warga binaan agar mampu berkontribusi positif ketika kembali ke
masyarakat. (red).

Posting Komentar